2 Cara Mengatasi Error E03 Canon MP

Cara mengatasi error E03 untuk printer canon bisa diaplikasikan untuk semua jenis printer canon MP mulai dari MP250 , MP258 , MP280 ataupun MP287. Permasalahan awal yaitu di layar kecil printer menunjukkan error E03 atau di layar komputer menampilkan status printer paper jam. Perlu dibaca >>> jenis-jenis tinta printer
 
mengatasi error e03 canon
Printer canon MP280 yang berhasil di perbaiki
Awal mula ada teman datang membawa sebuah printer canon MP287 ke ibnuwajak dengan permasalahan error E03, sebelumnya sudah WA tanya-tanya solusinya. Ibnuwajak memberi solusi untuk merest printer tetapi tidak mempan alias tidak bisa, karena untuk masuk service mode tidak bisa. Kemudian teman saya datang ke markas.
Melakukan pengecekan dengan masuk sistem mode,ohhh ternyata tidak bisa. Lanjut ibnuwajak buka printer untuk mengecek katrit apakah kotor atau bermasalah tetapi apa yang terjadi???? Yang seharusnya katrit otomatis ke tengah tetapi katrit tidak bisa ke tengah alias tetap di pinggir walau printer keadaan menyala. Perlu dibaca >>> cara memilih tinta printer
Jadi atas inisiatif dan demi cepat kelar dibongkar printer MP280, pengcekan sana sini dan berdasarkan penuturan si empunya printer awalnya printer tidak bisa menarik kertas…. kecurigaan muncul pada sensor asf yang berada di atas roller penarik kertas dan sensor yang lain.

[adinserter block=”2″]

Dicek satu persatu ternyata benar kerusakan ada pada sensor asf penarik kertas yang berada di roler utama alias asf kabel pendek. Jadi langsung saja ibnuwajak mengambil sparepart yang tersedia…..
Alhamdulillah printer canon MP280 kembali normal…. katrit sudah bisa berjalan ke tengah otomatis ketika printer dibuka. Perlu dibaca >>> 4 langkah reset printer epson T13
Sebagai tambahan berikut permasalahan error E03 canon MP dan solusinya selain permasalahan di atas diantaranya printer minta reset, penarik kertas tidak jalan alias paper jam, serta sensor asf bermasalah
Cara Melakukan Reset pada canon MP 
 
1. Biarkan printer canon MP dalam keadaan mati kondisi kabel terpasng listrik.
2. Tekan dan tahan tombol STOP/RESET,
3. Tekan dan tahan tombol POWER
4. Kondisi tombol POWER masih di tekan, lepas tombol STOP/RESET dan tekan tombol STOP/RESET 2x dalam keadan tombol POWER masih ditekan.
5. Selesai melakukan 2x tekan, lepas bersamaan  tombol STOP/RESET dan tombol POWER bersamaan.
6. Printer akan melakukan proses beberapa saat hingga di LCD panel printer menunjukkan angka 0
7. Kondisi angka 0 menandakan printer MP dalam Service Mode dan siap mereset
Untuk Reseternya bisa download di google…sory belum upload.
Cara menggunakan program resetter:
1. Siapkan kertas 5 lembar dan taruh di tatakan kertas printer,
2. Kondisi printer MP service mode
3. Buka program resetter yang sudah di download
4. Klik menu “MAIN”, printer akan melakukan proses dan melakukan pencetakan dengan tulisan “D=000.0
5. Kemudian klik “EEPROM Clear
6. Kemudian klik “EEPROM”, dan ditandai dengan printer akan mencetak kondisi bahwa proses reset sudah berhasil.
Jika kondisi reset di atas tidak mengatasi masalah ada kemungkinan katrid printer masalah atau mungkin sensor asf penarik kertas ada masalah seperti yang ibnuwajak ceritakan di atas.

[adinserter block=”1″]

Melalui artikel cara mengatasi error E03 canon MP semakin menambah wawasan kita dan Semoga penjelasan ini membantu sahabat semuanya yang memiliki masalah error E03,

Jika perlu bantuan untuk mengatasi masalah di atas silahkan hubungi ibnuwajak

8 Cara Memilih Tinta Printer Sesuai Kebutuhan Cetak

Cara memilih tinta printer seuai dengan kebutuhan cetak . Apalagi sekarang beredar berbagai merek tinta dengan harga murah. Canon dan Epson adalah printer terlaris dan terbanyak pemakainya. Tinta isi ulang dipasaran sekarang lebih didominasi untuk dua merek  canon dan epson. Printer canon yang memiliki katrit yang didalamnya ada gabusnya dimana harga cartride original canon sangat mahal sedangkan epson bertipe semprot dan tidak menggunakan  gabus didalamnya.
[adinserter block=”4″]
memilih tinta printer yang bagus

Beragam harga tinta printer untuk berbagai merek tidak hanya canon maupun epson diiringi dengan harga printer yang semakin murah tentu kegiatan refill tinta akan semakin tinggi. Kebutuhan cetak yang tinggi menuntut pemilihan tinta printer yang lebih teliti. Tinta Printer murah belum tentu tidak bagus. Printer murah belum tentu tinta yang dipakai harus murah.

Dalam memilih tinta printer ibnuwajak perlu cara tersendiri karena ada beberapa kriteria yang perlu diperhatikan diantaranya kebutuhan cetak, merek tinta, bahan tinta, hasil cetak, tanya orang yang mengerti tinta, dan harga tinta.

Memilih tinta printer berdasarkan kebutuhan cetak. Dalam memilih tinta tentu kita tidak asal pilih karena kebutuhan cetak dan kegunaan tinta berbeda-beda. Bila kebutuhan cetak kita sebatas untuk mencetak dokumen serta kertas yang digunakan kertas biasa bertipe plan paper maka tinta berjenis Dye Based ink bisa dipilih karena bahan pembuatnya adalah air tetapi tinta ini mudah luncur dan kurang cocok untuk cetak foto serta tinta dye based memiliki harga yang murah, biasanya jasa rental komputer ataupun di warnet menggunakan jenis tinta ini untuk menekan biaya. Bila kebutuhan untuk cetak foto atau cetak undangan dimana kebutuhan cetaknya tidak mudah luntur atau bertahan lama maka tinta yang dipilih adalah tinta tipe pigment art ink. Tinta pigment tidak mudah luntur terhadap air atau cuaca karena mengguna pigment dari bubuk yang tidak larut dalam air. Bila kebutuhan cetak untuk media seperti mug maka tinta yang dipilih adalah tinta sublim atau sublimation ink. Kenapa tinta sublim karena jenis tinta sublim karena tinta sublim akan merekat sangat kuat pada mug dan jenis lainnya. Sublim adalah perubahan benda padat ke gas. Penjelasan tentang perbedaan tinta dye based, pigmet dan sublim.

[adinserter block=”1″]

Memilih tinta berdasarkan merek atau brand. Banyak brand atau merek yang bertebaran di pasaran. Memilih tinta merek ternama dan banyak yang memakai bisa dijadikan acuan untuk memilih tinta tersebut. Kalau tinta merek A banyak beredar di daerah sahabat ibnuwajak bisa di pilih juga karena itu memudahkan menyamakan merek tinta. Penggunaan merek tinta sejenis salah satu solusi untuk mempertahankan head printer. Dimana setiap merek memiliki bahan sendiri-sendiri walau kebanyakan tinta berbahan dye based ( air), pigment, ataupun sublim. Perlu diketahui efek mencampur tinta dengan beda merek atau beda peruntukan tintan seperti tinta epson untuk printer canon ini bisa mempersingkat umur head printer.
Memilih tinta berdasarkan bahan pembuat. Bahan pembuat tinta umumnya adalah air perlu diketahui kalau bahan selain air yaitu Alkohol. Beberapa referensi di situs perbaikan printer tinta yang berbau alkohol cenderung merusak head printer.  Jika tinta kalau dikocok mengeluarkan busa yang gampang hilang itu menandakan tinta berkualitas, kalau busa sulit hilang lebih baik jangan dipilih.
Memilih tinta berdasarkan tingkat keasaman atau PH. PH atau tingkat keasaman tinta yang bagus adalah seimbang. Cara mengukur keasaman atau PH tinta bisa menggunakan PH meter digital. Hampir semua merek  tidak mencantumkan PH atau keasaman tinta. Berdasarkan penelitian dan referensi yang ada PH atau tingkat keasaman sebuah tinta isi ulang dibagi menjadi 3 kategori:

1. Kategori  Balance

Tinta memiliki keasaman yang seimbang. PH yang seimbang sangat bagus untuk head printer. Tingkat ukuran PH pada sebuah tinta berkisar antara 6,5 – 7,5.

2. Kategori Basa

Memiliki keasaman yang masih diperbolehkan untuk digunakan. PH basa memiliki tingkat ukuran antara 8 – 10.

3. Kategori asam

Memiliki tingkat keasaman yang tinggi. Jika tinta asamnya tinggi maka sangat dilarang dipakai. Tinta asam memiliki tingkat ukuran antara 3,4 – 4,4.

[adinserter block=”2″]

Efek menggunakan tinta yang kategori asam adalah bisa merusak print head karena memiliki sifat korosi pada komponen-komponen mikroskopis. Selain merusak printehead juga merusak komponen stainless steel dan logam dibawahnya. Jika tinta kategori asam digunakan untuk printer epson maka siap-siap mengganti head printer anda.
Memilih tinta berdasarkan hasil cetak. Sebelum memutuskan memilih suatu merek tinta lebih baiknya sahabat ibnuwajak meminta penjual untuk memberi contoh hasil cetak dari suatu tinta. Begitu juga testimoni atau pendapat penjual tentang hasil cetak tinta tersebut. Biasanya penjual akan menjelaskan kekurangan dan kelebihan dari tinta tersebut. Kalau perlu minta garansi pada penjual dari tinta tersebut sekalian tips trik mencetak supaya printer awet.
Memilihi tinta berdasarkan tingkat kekentalan. Barang berbentuk cair tentu saja memiliki tingkat kekentalan yang berbeda-beda. Tinta yang memiliki tingkat kental yang tinggi kurang baik untuk printhead karena kalau disimpan dalam jangka waktu lama akan mengental seperti lendir yang bisa mengakibatnya head atau nozzel printer bahkan selang infus tersumbat. Tingkat kekentalan yang wajar tentu saja membuat hasil cetakan cepat mengering tanpa meninggalkan noda.
Memilih tinta berdasarkan harga. Harga tinta printer per 100 ml bervariasi dari harga 10rban sampai 100rban mengikuti kebutuhan masing-masing orang. Harga tinta printer yang murah biasanya kurang bagus karena bisa jadi efek tinta lama mengering dan kalau printer disimpan tinta akan mengental yang berakibat merusak printhead. Lebih baiknya gunakan tinta semerek waktu sahabat ibnuwajak membeli printer. Contohnya merek tinta epson yang sudah dikhususkan untuk printer epson sesuai dengan waktu beli awal, maka ada baiknya sahabat semuanya mengguna tinta bermerek epson..
Hal wajib sebelum membeli tinta tanyakan merek tinta yang bagus dan sering dipakai pada penjual. Kalau ada teman yang mengguna tinta berlainan merek bisa bertanya juga hasil cetaknya.
Kesimpulannya dalam memilih tinta untuk printer kesanyangan itu susah-susah mudah karena beredar berbagai merek tinta dengan bahan dan harga yang bervariasi. Hindari yang berbahan alkohol. Hindari yang busanya sulit hilang dan mudah mengental.  Itulah 8 cara memilih tinta printer sesuai kebutuhan cetak.  Jika ada tulisan yang kurang berkenan silahkan lapor ibnuwajak. Semoga tips-tips ini bermanfaat

4 Langkah Reset Printer Epson T13

Reset-Printer-Epson
Sahabat WajakTeknologi…. !!!! semakin banyaknya populasi printer apalagi kita dihadapkan pada dua raksasa mesin cetak besar Antara Canon dan Epson. Printer Epson memiliki kelebihan tersendiri begitu juga Printer Canon. Sekarang harga printer semakin murah dan bersahabat, maka semakin banyak pula masalah yang dihadapi oleh pengguna mesin cetak ini. Emang ketika enak-enaknya mencetak file tiba-tiba printer berhenti mencetak. SUNGGUH KETERLALUAN BUKAN????. Baca Juga Cara Cleaning Printer Canon
Sesi kali ini WajakTeknologi akan memberikan solusi kepada sahabat semuanya. Cara Reset ini ditujukan untuk Printer Epson T13 tetapi bisa juga untuk Printer Epson T13X karena kedua-duanya sama. Tidak Usah panjang lebar langsung saja:

Katrit-No-Detect
Katrit Tidak Terdeteksi

Tanda-Tanda Printer Epson Minta Reset Ringan : Terjadi Blink Merah di Tombol Reset

Tombol-Reset
Ditandai merah adalah blink merah di depan tombol reset



Cara Mengatasinya:
1. Tekan tombol reset sampai printer berhenti di tengah.
2. Tekan tombol yang ada di ciss sperti di gambar bawah ini.

tombol reset
Ditandai merah yang harus di tekan (setiap ciss berbeda)

3. Tekan tombol reset sehingga katrit bergerak. Baca juga 3 Jenis Tinta Printer
4. Ulangi langkah nomer 3 dan empat bergantian sampai blink merah hilang (biasanya selama 4 x)

Jika cara di atas belum teratasi berarti adalah masalah lain: Bisa Katri Rusak ataupun Sensor Deteksi Katrid Bermasalah. kadang masalah ini juga bisa muncul karena kabel flesxibel printer putus. Jika Sahabat WajakTeknologi kesulitan bisa dibawa ke tempat servis printer terdekat atau langganan sahabat sekalian. 
WajakTeknologi Juga menerima servis Printer Bisa Hubungi Kontak
Demikian Tutorial Reset Manual Printer Epson Tipe T13/T13x.
>>>Semoga Bermanfaat<<<

3 Jenis Tinta Untuk Printer Inkjet

Tinta
Jenis Tinta Untuk Printer Inkjet – Sebetulnya tinta untuk melakukan penulisan sangatlah buanyak alias “akeh”(bahasa jawa tulungagungan)  tetapi yang diperuntukkan untuk khusus printer Inkjet wajakteknologi membaginya menjadi 3 (tiga) jenis. Dari 3 (tiga) jenis ini saja kebanyakan orang tidak menggunakannya sepenuhnya dan cenderung yang jenis biasa. 3 (tiga) jenis itu adalah Tinta Jenis Dye based Ink, Jenis Sublimation Ink dan jenis Pigmen Art Ink. Baca Juga Memilih Antara Printer Inkjet Canon dan Epson

1. Tinta Printer Jenis Dye Based Ink

Tinta Dye Based merupakan tinta yang paling banyak dipakai oleh orang untuk printer mereka. Tahu Kenapa? jawabannya karena tinta Dye Based memiliki harga yang terjangkau dan merupakan tinta dengan harga paling murah. Tinta tipe Dye Based bahan dasarnya adalah air,  kalau dalam ilmu Kimia namanya H2O , Air ini kemudian diberi pewarna bernama  “Colurant” yang membuatnya bisa menyatu dengan baik pada air dan juga kemungkinan untuk menyumbat Printhead atau katrid sangat kecil. Tinta jenis ini memiliki kelebihan pada hasil cetak yang cerah pada kertas foto. Kekurangan dari tinta ini adalah mudah luntur jika terkena air jika kertasnya menggunaka jenis HVS. Harga tinta ini sekitar 10rb sd 25rban.

2. Tinta Printer Jenis Sublimation Ink

Sublim adalah siklus perubahann benda dari padat ke gas. Kebanyakan orang menggunakan tinta printer tipe Sublimation ini untuk keperluan media selain kertas walaupun tetap melalui perantara kertas, tetapi proses pelekatan hasil cetak membutuhkan pemanas seperti ketika membuat gambar pada MUG. Tinta sublim memiliki karakter yang jauh tahan lama dibandingkan tipe dye based yang berasal dari air dan degradasi warna yang lebih kuat. Oleh karena tinta sublim memiliki ketahanan yang lebih kuat makan resiko penggunaan tinta jenis sublim ini sering menimbulkan printhead yang tersumbat apabila jarang dipakai. Baca Juga Cara Melakukan Print Test Page

3. Tinta Printer Jenis Pigment Art Ink

Tinta Jenis Pigment Art Ink – Tinta ini pewarnaannya berasal dari pewarna pigment/biasanya berupa bubuk yang tidak larut dalam air. Tinta jenis cenderung hasil cetaknya meninggal di permukaan kertas dan menjadi lapisan pewarna yang tahan luntur dan tahan cahaya. Kenapa begitu???? karena ketika kita mencetak dengan tinta pigment ini partikel pewarna yang berupa bubuk tidak ikut merembes masuk ke serat kertas.
Sifat tinta jenis ini: Tidak cepat luntur / tahan terhadap air, tahan terhadap cuaca atau terik matahari,
Kenapa Printer InkJet Canon biasa jarang memakai Tinta Pigmen atau Tinta Sublim???? Jawabanya karena Canon dalam katridnya menggunakan gabus peresap dan apabila menggunakan tinta pigmen atau tinta sublim maka cenderung akan mengeras di gabusnya katirt itu. Maka pengeluaran kita akan bertambah.
Kecenderungan orang memakai printer epson karena sistem Inkjetnya epson pada katrit tidak menggunakan gabus untuk peresapnya dan menggunakn botol katrit yang tidak ada gabusnya dengan sistem inkjet “micro piezzo”. Maka dari itu usaha percetaan rata-rata menggunakan printer epson karena kualitasny untuk foto dan penggunaan jenis tinta pigmen ataupun sublim bisa digunakan.
Begitulah 3 jenis tinta untuk printer Inkjet yang sering dipakai untuk printer umumnya. Baca Juga Cara Cleaning Printer Canon