Kesan Belajar Karst di Panggul Trenggalek

belajar Karst

Kesan belajar Karst di Panggul Trenggalek merpuakan serial lanjutan dari artikel sebelumnya yaitu Belajar Batuan Karst di Panggul Trenggalek Hari Pertam dan Kedua. Banyak kesan positif yang ibnuwajak dapatkan dari kegiatan belajar bersama tentang karst. Walaupun fokus kegiatan adalah mengenal apa itu karst???? Bagaimana terbentuknya karst???? Tetapi selain itu peserta juga diberi wawasan tentang kondisi bumi  dan meningkatkan kedpedulian terhadap alam yang sudah banyak memberi kemudahan untuk manusia dan sekarang hanya rusak. Perlu Di Baca >>> Belajar Batuan Karst di Panggul Hari Pertama

Kesan pertama ikut belajar karst di Panggul. Kesan pertama sampai di basecamp yang tidak lain juga bukan adalah kediaman Mas Papang.... halo mas!!!!  Sambutan ramah dan bersahabat. Ibnuwajak mengira acara sudah dimulai......... eh eh eh eh belum dimulai dan peserta yang sudah saling kenal seperti Mbah Witto dan Mas Relly sedang pasang-pasanga banner. Perlu diketahui kediaman Mas Papang ini lokasi sangat mudah ditemukan karena berada disekitar tempat mangkalnya angkutan umum wilayah panggul atau lebih jelas Showroom motor bekas ADN Motor..... Kuabeh wis eruh mestine..khusu Panggul sekitarnya. Perlu Di Baca >>> Belajar Karst di Panggul Hari Kedua

Kembali dengan kesan-kesan yang belum kenal sama sekali keramahan untuk masing-masing peserta sangat bagus. Peserta yang hadir rata-rata belum tahu kegiatan apa ini???? Alhamdulillah untuk Karst ibnuwajak sudah pernah tahu karena sebelumnya pernah mampir di museum Karst Wonogiri tepatnya Jalur Lintas Selatan Jawa Tengah - Jogja dengan tanda monumen besar bertuliskan Museum Karst. 

Kesan Kedua ikut belajar karst di Panggul berupa jamuan yang luar biasa dan sambutan saling memiliki kepedulian terhadap alam yang semakin lama makin rusak karena ulah pertambangan atau orang-orang yang hanya mengambil untungnya. Melalui Penjelasan Mas Rere, Ibnuwajak jadi tahu kalau kondisi air di jawa khususnya sudah semakin menipis dan mendekati tidak layak minum. Ibnuwajak selama ini berfikir kalau sumber-sumber mata air di Kabupaten Malang masih melimpah ternyata kondisinya makin parah serta sumbernya totalnya berkurang hampir 60 persen. Apa penyebabnya??? Berdasarkan penjelasan Mas Rere, Selaku orang WALHI, pembangunan hotel, villa, tempat wisata serta pembukaan perkebunan merupakan penyebab semakin menipisnya sumber air di malang.

Keterparahan lagi kalau proses penghijauan di daerah resapan tidak bertambah, berdasarkan data-data yang di tunjukkan oleh Mas Rere, kalau kegiatan reforest atau reboisasi untuk mengembalikan fungsi hutan sebagai tempat penghasil air semakin hari semakin tidak ada. Jadi kesan kedua adalah dengan ikut acara belajar bersama rasa peduli terhadap lingkungan makin bertambah

Kesan Ketiga ikut Belajar Karst di Panggul adalah wawasan bertambah wawasan bertambah disini saya salut buat Mas Mukti dan Mas Papang selaku panitia yang juga membuat terobosan dengan membuat wisata desa movement. Ketika desa-desa pada umumnya mengelola daerahnya supaya menjadi desa wisata, mereka berdua membuat hal beda yaitu dengan adanya wisata desa yang tidak hanya jadi wisata tetapi juga edukasi. Contohnya terobosan untuk menanam tanaman yang bisa menyimpan air dan juga bisa dimanfaatkan untuk dijual. Kesan tambahan disini bahwa terobosan-terobosan itu penting. Supaya terus berfikir kreatif.

Kesan ke empat ikut belajar Karst di Panggul menjadi tahu kalau proses terbentuknya batuan karst sangat lama dengan jangka waktu sampai jutaan tahun.  Wawasan tentang karst sangat luas dan hampir di setiap pulau pasti punya. Keheranan ibnuwajak ternyata semua data yang ada berasal dari jaman kolonial belanda di Indonesia dulu. Diberikan beberapa file lokasi dan jenis batu karst oleh Mas Imron selaku nara sumber tentang karst. Manfaat utama dari karst adalah tempat penyimpan air yang alami karena karst memiliki sifat meresap air selayaknya gabus kalau terkena air. Jadi disini ada hal penting yang harus disampaikan kedapa orang-orang tentang karst.

Kesan kelima ikut belajar Karst di Panggul. Ternyata handphone lokalan treq saya memiliki manfaat. Penggunaan aplikasi GPS Essential yang disarankan Mas Imron menjadikan ponsel milik ibnuwajak bermanfaat jika dibawa bolang alias dolan-dolan. Dengan menggunakn GPS Essential ibnuwajak selalu melakukan pointing lokasi dengan mengukur koordinat dan ketinggian lokasi yang ibnuwajak kunjungi.

Kesan Keenam ikut belajar Karst di Panggul yaitu ibnuwajak menjadi tambah teman.....heheheheheh dimana hari pertama belum kenal lama-lama menjadi kenal. Heheheheheh

Begitulah sekelumit cerita tentang belajar karst bersama teman-teman Panggul Trenggalek.

Artikel Terkait

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Komen sesuai topik artikel ya!!!!!
Dilarang Meninggalkan link atau spam!!!
Berkomentar Bahasa Indonesia / Inggris dengan sopan!!!
Terima kasih Telah berkunjung !!!!

loading...