Belajar Batuan Karst di Panggul Trenggalek Hari Pertama

belajar batuan karst

Belajar tentang batuan karst, apa itu???? Mungkin kita masih baru atau bahkan belum tahu tentang batuan karst ini. Ibnuwajak mengetahui tentang batuan karst pertama kali di museum karst jawa tengah wonogiri daerah pracimantoro.  Belajar batuan karst di Kecamatan Panggul Trenggalek berlangsung dua hari yaitu tgl 9 dan 10 april 2016 atau tepatnya hari sabtu dan minggu. Siapa yang mengadakan kegiatan bersama ini???? Yaitu pemuda asal Kecamatan Panggul dengan dipunggawani oleh Mas Mukti dan Mas Papang. Beberapa Dukungan dari WALHI Jawa Timur, Wisata desa, dan Indonesia Speology Society (ISS). Lokasi acara di Kecamatan Panggul, rumahnya mas Papang.

Kegiatan di hari pertama dimulai pukul  09.00 WIB. Ibnuwajak satu-satunya wakil Tulungagung yang ikut. Ibnuwajak kok tahu???? Ibnuwajak dapat info dari teman-teman TDT (Tukang Dolan Trenggalek) kalau akan ada pengenalan tentang gua dan sebagainya. Akhirnya diputuskan ikut. Berangkat ke Panggul pagi hari dan sendiri. Hampir semua peserta ibnuwajak belum mengenal dan hanya main WhatApp dengan Mas Mukti untuk info lebih lanjut.  Mengira datang terlambat ternyata kegiatan belum dimulai hehehehehhehehehehe....... peserta rata-rata diwakili oleh pemuda dari Kecamatan Panggul dan juga sekitarnya seperti dari Munjungan dan Kampak.... walau yang Kampak datangnya terlambat. 

Setelah menunggu beberapa menit kegiatan dimulai dengan penjelasan tentang lingkungan yang diisi oleh Mas RERE selaku wakil dari WALHI. Topik yang dibawa oleh mas rere adalah permasalah lingkungan yang semakin lama malah rusak.  Kawasan hutan semakin lama semakin berkurang karenan pengaruh dari pembangunan kebutuhan tempat tinggal, pembukaan lahat pertanian. Tetapi fokus utama pembicaraan adalah krisis air. Cadangan air bersih semakin lama semakin berkurang sekaligus kualitas air bersih juga semakin minim. Kondisi air layak konsumsi semakin menipis bukan hanya di daerah sumber mata air tetapi juga di daerah muara seperti di surabaya. Di surabaya sendiri kandungan air layak minum hampir tidak ada.  Mas Rere menjelaskan bahwa dampak dari kerusakan alam tidak sesaat tetapi berkelanjutan tidak hanya hari ini karena ketika sekarang rusak maka perbaikan juga makin sulit. 
belajar karst mas rere
Mas Rere

Di sesi tentang isu-isu lingkungan hidup yang semakin hari semakin parah dan patut untuk diselamatkan. Isu yang paling heboh untuk saat ini adalah tentang Tambang Emas di Wilayah Trenggalek karena dari peta sebaran tambang hampir 80 % di wilayah Trenggalek potensi emas. Perlu diketahui kalau beberapa waktu lalu menyeruak berita ini dan lebih mencengangkan lagi 12 dari 14 Kecamatan di Kabupaten Trenggalek merupakan pusat emas yang siap untuk ditambang.

Memang Trenggalek Pusat emas tetapi kalau ini semua akan ditambang bagaiman nasib dari lokasi-lokasi gunung dan sumber mata air disekitar penambangan????? Karena Trenggalek sekarang ini sudah makmur serta tidak perlu penambangan. Banyak lokasi-lokasi sumber resapan air dan juga potensi jadi tempat wisata daripada sebagai tempat tambang. Perlu sahabat ketahui kalau hampir semua wilayah di Trenggalek adalah batuan Karst. Apa itu batuan Karst???? Baca sampai Habis artikel ini.

Sesi kedua diisi oleh tuan rumah atau pelaksana acara yaiu oleh Mas Mukti, Mas Mukti memberi penjelasan tentang kenapa diadakannya acara. Beberpa poin penting yang disampaikan adalah tentang wisata yang ada di pedesaan saat ini. Umumnya yang berkembang adalah Wisata Desa yang menata desa supaya menjadi tempat wisata, tetapi untuk Mas Mukti dan Mas Papang membuat terobosan baru dengan membuat pengembangan dari Wisata Desa yaitu Wisata Desa Movement. 
belajar karst mas mukti
Mas Mukti

Kenapa Move On ???? beberpa point yang ibnuwajak tangkap adalah wisata desa movement tidak hanya membuat desa menjadi tempat wisata saja, tetapi juga menjadi tempat menghargai alam dan alam sendiri dianggap sebagai ibu. Alasan dicetuskan terobosan ini karena melihat dari daerah sekitar Panggul yang mayoritas menanm tumbuhan cengkeh demi hasil ekonomi cepat itu positif tetapi dilain itu menurut mas Mukti kalau tanaman cengkeh sebenarnya lebih banyak menghabiskan air dari pada sumber air. Dari menipisnya sumber air ini Mas Mukti dan Mas Papang membuat terobosan wisata desa dengan menanam pohon kenanga yang bisa bertahan sampai ratusan tahun. Mereka Mas Mukti dan Mas Papang untuk saat ini masih proses pengembangan dan penelitian lebih lanjut.

Sesi Ketiga adalah sesi yang paling penting dalam pembelajaran kali ini yatiu mengupas tentang Karst atau karstologi, Apa itu Karst???sekitarnya. Penjelasan tentang Karst diisi oleh Mas Imron selaku permerhati Karst. Berdasarkan file PDF yang didapat karst merupakan medan dengan kondisi hidrologi yang khas sebagai akibat dari batuan yang mudah larut dan mempunyai porositas sekunder yang berkembang baik / Karst Geomorphology dan Hydrology. Terdapatnya cekungan tertutup dan atau lembah kering dalam berbagai ukuran dan bentuk, minim atau tidak terdapatnya drainase/ sungai permukaan, dan terdapatnya gua dari sistem drainase bawah tanah. Mungkin untuk lebih baiknya ibnuwajak akan menjelaskan tentang Karst dilain artikel dari puanjang banget pembelajaran tentang Karst.
belajar karst mas imron

Sesi keempat Mas Imron mengajari peserta belajar bersama penggunaan aplikasi GPS Essential untuk  Android. Beberapa manfaat dari aplikasi ringan ini adalah kita bisa mendapatkan beberapa kelebihan seperti mengukur ketinggian dan juga titik koordinat dari suatu wilayah. 
tim ekspedisi belajar Karst
Tim belajar Bersama

Melalui kegiatan belajar bersama ini banyak manfaat yang didapatkan salah satunya pengetahuan yang mungkin banyak orang tidak mengetahuinya. 

Artikel Terkait

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Komen sesuai topik artikel ya!!!!!
Dilarang Meninggalkan link atau spam!!!
Berkomentar Bahasa Indonesia / Inggris dengan sopan!!!
Terima kasih Telah berkunjung !!!!

loading...