Belajar Batuan Karst di Panggul Trenggalek Hari Kedua

mengenal karst

Belajar Batuan Karst di Panggul Trenggalek Hari Kedua - Belajar batuan Karst di Panggul Trenggalek kali ini merupakan artikel lanjutan dari artikel belajar batuan karst di panggul hari pertama. Di hari pertama  peserta belajar bersama lebih fokus ke dalam materi. Masuk hari kedua peserta diajak langsung menuju ke lokasi tempat batuan karst di kecamatan panggul. Perlu di baca >>> Belajar Batuan Karst di Panggul hari pertama

Lokasi yang dituju adalah sekitaran pantai pelang yang ternyata terdapat banyak batuan karst masih alami dan terawat. Berangkat menggunakan mobil pickup menuju lokasi di sekitaran pantai pelang. Perlu di garis bawahi kalau dataran selatan pulau hampir semuanya adalah daerah karst yang sangat luar biasa alami. Perlu di Baca >>>Kesan Belajar Karst di Panggul Trenggalek

Di Hari Kedua ini tim belajr bersama kedatang teman-teman Tukang Dolan Trenggalek yang di punggawani oleh Pak kini, Pak Che, dan Mas Ivan. Mereka datang terlambat karena jadwal berangkat jam 09.00 tetapi mereka sampai jam setengah 10 lebih akhirnya teman-teman Tukang Dolan Trenggalek menyusul ke pantai pelang. 

Tujuan pertama adalah bukit karst yang tinggi dengan nama tradisionalnya kenteng ceme. Peserta dijelaskan oleh Mas Imron jenis patahan karst.... ops bukan patah hati lo ya????? Di bukit kenteng ceme ini masuk dalam kategori karst yang masih berfungsi sebagai tempat penampungan air karena karst itu juga bisa menyimpan air selayaknya gabus. bukit kenteng ceme menurut warga kecamatan panggul merupakan gunung yang penting sekali.

Untuk menunjukkan bukti bahwa bukit itu adalah batuan karst maka Mas Mukti mengajak ke sumber air di sekitar bukit kenteng ceme yaitu sumber air ubalan satu ,, ternyata benar kalau ada sungai bawah tanah di sekitar bukit kenteng ceme. Lanjut acara selanjutnya mengukur debit air yang dihasilkan oleh sumber ubalan satu. ..... apa yang terjadi sahabat semuanya????? Alat ukurnya ketinggalan yaitu meteran. Sambil melakukan pointing lokasi dengan GPS essential yang sudah diajarkan. Kenapa mengukur debit air harus menggunakan GP???? GPS bukan digunakan untuk mengukur debit air lo ya???? Tetapi digunakan untuk menandai lokasi dari sumber ubalan satu. 

Disini teman-teman Tukang dolan Trenggalek langsung mengeluarkan senjata andalannya yaitu kamera???? Dengan berbgai angel teman-teman Tukang Dolan Trenggalek mengabadikan kegiatan....hhhhhhhh

Deskripsi singkat tentang sumber ubalan satu. Sumber ubalan yang berada di kecamatan panggul ini merupakan salah satu sumber air yang digunakan warga untuk mengairi sawah. Lokasi sumber ubalan yang tersembunyi sangat sulit untuk ditemukan. Air yang keluar dari batu-batu karst ini menandakan bahwa bukit kenteng ceme selaku batuan karst masih aktif melakukan tugasnya dalam menyimpan air selayaknya gabus. 

Ketika tim belajar bersama berkunjung debit air sumber ubalan satu, termasuk deras dan lumayan melimpah airnya. Selesai melakukan penelitian dan pengukuran perjalanan dilanjutkan ke sumber ubalan dua. Jalaur menuju gua sumber ubalan dua lumayan ekstreem karena disekitar jalan penuh dengan lubang-luban bebatuan terjal dan yang pasti keras. ......hhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh.

Beberapa teman harus bersusah payah untuk menuju lokasi sumber ubalan dua karena medan yang ekstrem khususnya teman-teman perempuan. Sumber ubalan merupakan gua yang dialiri oleh air sungai bawah tanah dengan debit yang lumayan banyak.  Karena lokasi sumber ubalan dua yang tidak memungkinkan untuk dilakukan pengukuran debit maka pengukuran berlanjut ke aliran sungai dari sumber ubalan dua dengan lokasi yang lebih aman. 

Deskripsi singkat tentang sumber ubalan dua. Sumber ubalan dua merupakan gua alami batuan karst yang masih satu area dengan sumber ubalan satu dengan ukuran gua lebih lebar dibanding sumber ubalan satu. Menurut mas mukti sumber ubalan dua adalah sumber yang membentuk grojogan atau air terjun di sekitar pantai pelang sana.

Selesai melakukan pengukuran debit dan pointing lokasi pengukuran perjalan dilanjutkan ke atasnya air terjun atau grojogan di pantai pelang.  Ibnuwajak jadi tahu  sumbernya air terjun pantai pelang. Semua teman beristirahat sambil menikmati air kelapa yang di siapkan oleh mbah Witto. Beberapa langsung mencari lokasi yang bagus untuk mengabadikan pemandangan atasnya air terjun pantai pelang.

Pemandangan yang bisa dilihat adalah sisi barat pantai pelang berupa apitan dua pulau besar, itulah ciri khas dari pantai pelang.

Setelah istirahat sejanak alias ishoma lanjut perjalanan ke gua pertaman yang berada di sekitaran taman pantai pelang, kalau menuju air terjun akan menemukan gua, sudah ada papan nama gua didepannya. Gua pertapan namanya diambil karena gua ini bias diapakai tempat bertapa oleh beberapa orang. 

Lanjut perjalanan di ekitar muara pantai pelang yaitu sebuah gua yang tersembunyi dengan beberapa ornamen alam dan tertutup oleh pohon-pohon liar. Hanya sebentar saja menikmati gua ini. Perjalanan lanjut menuju ke sisi timur yaitu daerah batu pisah di pelang, di sekitar batu pisah ini ternyata ada juga guanya yaitu guo lowo. Guo lowo ini merupakan tempat bersarangnya kelelawar di sekitaran pantai pelang.

Selesai dari guo lanjut ke basecamp rumahnya Mas Papang untuk istirahat sejenak dan melakukan evaluasi. Untuk para peserta rata-rata mengapresiasi sekali dengan adanya belajar bersama tentang lingkungan sekitar apalagi menyangkut batuan karst yang semakin lama makin habis oleh pertambangan.

Itulah sekelumit cerit dua hari di panggul dalam mengenal batuan karst.

Artikel Terkait

Ibnuwajak.id adalah tempat berbagi informasi seputar teknologi, komputer, laptop, android, printer, tulungagung, wisata, dll . Jika ingin silaturahmi. email: icompreview@gmail.com , Youtube Channel : ibnuwajak.id , Instagram : @ibnuwajak , Whatsapp,telp/sms : 081335587039

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Komen sesuai topik artikel ya!!!!!
Dilarang Meninggalkan link atau spam!!!
Berkomentar Bahasa Indonesia / Inggris dengan sopan!!!
Terima kasih Telah berkunjung !!!!

loading...