Candi Dadi Tulungagung - Candi Yang Belum Pernah di Pugar Sejak Dulu Kala

candi dadi
Candi Dadi Tulungagung adalah candi di puncak bukit dengan bentuk persegi tanpa disertai relief.  Atas dari candi ada lubang sumur yang mengering dan bisa dinaiki dengan tangga tetapi tangganya sekarang sudah tidak ada atau yang terbiasa panjat memanjat (penekan petakilan) bisa naik hehehehehehe

....Sahabat Wajakteknologi???? Hari minggu paling enak wisata. Hari ini 06/03/2016 wajakteknologi main-main ke candi dadi. Candi dadi terletak di Dusun Mojo, Desa Wajak Kidul, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung. Dari rumah wajakteknologi tidak jauh sekitar 5 km ke selatan sudah sampai. WajakTeknologi mengunjungi Candi Dadi tidak sendirian tetapi ditemani oleh Ki Buyut namanya. Baca juga Tulungagung Rally History

Menuju candi dadi itu ada dua jalur yaitu jalur barat dan jalur timur. Kami memutuskan untuk naik melalui jalur timur karena jalur timur ini kami belum pernah dan lebih sering naik dari jalur barat. Jalur timur mudah ditemukan karena ada gapura besar dan bertuliskan aksara jawa. Ingat naik menuju Candi Dadi termasuk lama sekitar 1 jam lebih dan jika diiringi dengan istirahat serta foto-foto dijalan bisa lebih waktunya.
perempatan
Perempatan menuju candi dadi, dengan tanda sebelah kiri ada Balai Desa Sanggrahan
candi dadi jalur barat
Candi Dadi jalur barat
candi dadi jalur timur
Candi Dadi Jalur Timur yang ditandai dengan Gapura besar 


Gapura menuju candi dadi ini masih baru. Sampai habis jalur cor-coran kalian akan menemukan makam yang terbilang masih cukup baru walaupun kami tidak tahu kapan dibuat dan makam siapa. Ambil jalur kekanan dikit untuk menuju candi dadi. Ikuti jalur itu terus sampai kalian akan melihat namanya candi wurung yang ditandai dengan adanya dua pohon jati besar di atas bukit. Baca juga Pohon Berbentuk Kuda di Trenggalek

candi wurung
Lokasi Candi Wurung yang tertutup ilalang sampai-sampai tidak terlihat bekas candi

Candi Wurung adalah candi yang belum jadi. Ketika wajakteknologi berkunjung lokasi candi wurung ini tidak terlihat karena tertutup oleh ilalang yang liar dan tidak terawat, Jika sahabat sekalian mencarinya maka tidak akan menemukan. Solusi untuk mengetahuinya yaitu dengan tanya kepada penduduk sekitar yang sedang mencari rumput. Kemungkinan banyak pengunjung yang tidak mengetahui tentang candi wurung apalagi anak muda zaman sekarang ini.

gunung budeg
Gunung Budeg dari  Candi Wurung
Sebenarnya di lokasi candi wurung ini kami juga kesulitan untuk menemukan kemudian kami tanya warga yang sedang mencari rumput di sekitar Candi Wurung. Selesai mengamati candi wurung dan memotret gunung budeg dari candi wurung kami melanjutkan ke candi dadi mengikuti jalur yang ada. Ketika beristirahat di candi wurung terlihat banyak para crosser naik gunung melalui jalur barat.

Namanya trek menuju candi dadi menanjak dan terjal yang membutuhakan tenaga ekstra . Sahabat wajakteknologi karena musim hujan jadi kalian nanti akan menemukan aliran air/sungai yang ada airnya karena ketika kemarau sungai ini kering. Lokasi sungai sebelah kanan jalan jika kita arah naik.
Setelah beberapa lama kami sampi di candi dadi. Tidak ada perubahan yang mencolok dari Candi Dadi tetapi ada perbedaan dari sebelumnya yaitu candi dadi sekarang banyak dupanya. Sehingga keinginan untuk naik candi kami urungkan. Kondisi sekitar candi sekarang ini lebih terawat dan bersih, hampir tidak kami temukan kotoran bekas plastik minum atau makanan yang berserakan.

Setelah sekitar 30 menitan kami putuskan untuk turun karena waktu semakin siang dan panas. Walau semakin siang ternyata semakin banyak pula muda mudi yang berkunjung walau tidak sampai ke candi dadi.

Sebelum menuju candi dadi kami mengunjungi Pura yang ada di desa tenggong. Sebelah timur dari Pura sahabat wajakteknologi akan menemukan guo yang masih baru dan juga tempat sumber air yang diberi nama “Banyu Urip”. Untuk menuju Banyu Urip harus naik tangga besi yang sudah dibuat bagus.

banyu urip
banyu urip

menuju pura
menuju pura

Sahabat wajakteknologi begitulah perjalanan menuju candi dadi yang merupakan candi di indonesia yang terletak di puncak gunung...


Sekilas Tentang Candi Dadi


Candi Dadi di Tulungagung merupakan peninggalan dari kerajaan Majapahit dari abad XIV sampai abab XV. Dari beberapa sumber candi ini dibangun oleh rakyat Majapahit yang beragama Hindu-Budha yang mengasingkan agar tetap dapat menjalankan kepercayaan ketika masa berakhirnya kekuasaan Hayam Wuruk.

Keunikan candi dadi adalah tidak terdapatnya hiasan relief maupun arca serta merupakan candi tunggal. Denah Candi berbentuk bujur sangkar dengan ukuran panjang 14 meter lebar 14 meter dan tinggi 6,50 meter. Candi Dadi Berada di Ketinggian 360 mdpl

Atas Candi Dadi berbentuk segi delapan dengan lubang sumuran ditengah. Ukuran lubang ini 3,5 meter dengan kedalaman sekitar 3 meter. Menurut situs www.siwisangnusantara.web.id, Candi dadi adalah satu-satunya candi di Indonesia yang memiliki lubang sumur di atasnya serta sejak awal berdirinya belum pernah mengalami pemugaran jadi candi dadi ini masih sama dengan zaman dulu. Memang kalau ditelisik masuk akal sekali belum pernah di pugar karena lokasi yang ada di atas puncak gunung selain itu jika ingin dipugar prosesnya akan memakan banyak tenaga. Sulit medan dan air adalah faktor utamanya.

Fungsi dari sumur ini masih belum jelas karena dari pihak  tim arkeologi Trowulan memperkirakan lubang ini sebagai YONI. Yoni dalam bahasa sansekerta berarti bagian/ tempat (kandungan) melahirkan. Arti lain dari Yoni antaranya adalah sumber, asal, sarang, rumah, tempat duduk, kandang, tempat istirahat, tempat penampunganair, dan lain-lain.

Fungsi sumur lainnya adalah sebagai tempat pembakaran mayat.

Kalau wajakteknologi sendiri berpendapat Candi Dadi adalah Yoni besar yang berbentuk candi yang besar. karena menilik dari arti yani dan juga bentuk yoni pada umumnya yang kecil memiliki lubang ditengahnya.

Wajakteknologi juga pernah berbincang-bincang dengan bapak wajakteknologi tentang fungsi sumurnya juga mengerucut terhadap dua pendapat itu sebagai Yoni tempat penampungan air dan tempat pembakaran mayat 

Begitulah sekilas tentang Candi Dadi Tulungagung - Candi Satu-Satunya di Indonesia yang Memiliki Lubang di Atasnya. Jika ada kurangnya atau kekeliruan informasi mohon diingatkan

Peringatan!!!
1. Siapkan fisik 
2. Siapkan minuman karena di puncak candi dadi tidak ada penjual makanan
3. Jaga sopan santun di candi
4. Jaga kebersihan dengan Bawa Pulang Kembali Sampahmu

candi dadi pojok kanan

candi dadi pojok kiri

sumur candi dadi
Sumur candi dadi
Credit foto : http://www.siwisangnusantara.web.id/2014/07/candi-dadi.html


foto


Sumber Sekilas Tentang Candi Dadi:
tulungagung.go.id
siwisangnusantara.web.id
viva.co.id

Artikel Terkait

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

4 Komentar

Komentar
20 April 2017 at 20:41 delete

Sering naik ke gunung untuk mengunjungi candi dadi waktu masih sekolah, rute yang dilaluipun masih cukup sulit. Banyak pepohonan yang masih rimbun dan jalannyapun masih susah dilalui...

Reply
avatar
21 April 2017 at 17:37 delete

Dulu masih rimbun sekarang lebih cenderung gersang

Reply
avatar
31 July 2017 at 16:33 delete

artikelnya bagus, ijin share di https://ksmtour.com terimakasih

Reply
avatar

Komen sesuai topik artikel ya!!!!!
Dilarang Meninggalkan link atau spam!!!
Berkomentar Bahasa Indonesia / Inggris dengan sopan!!!
Terima kasih Telah berkunjung !!!!

loading...